1. Notes: 1 / 8 months ago 

    Entahlah

    Well, Tiga hari ini saya lagi rajin-rajinnya nulis. Menulis untuk apa? Saya juga gak tau. Semua itu tiba-tiba muncul dari kepala, kata demi kata. kalimat demi kalimat hingga menghasilkan suatu paragraf. Mungkin faktor bosan? Ya mungkin saya bosan. kesepian. Atau, apalah itu.

    Terkadang ada banyak yang ada di kepala saya, tapi saya gak tau gimana cara menuliskannya, karena hmm well, saking banyaknya. Saking pusingnya. Something happened and I have been thinking heavily ever since. Saya coba tarik napas dalem-dalem, dan coba saya urain satu persatu apa yang bersliweran di kepala saya saat ini (kebanyakan pikiran galau. Desperate tjoy!), saya coba biarin jari saya gerak sendiri, menyampaikan apa yang ada di kepala.

    Ok, Here goes:

    1. Saya gak pernah ngerti sama diri saya sendiri kenapa terkadang sebuah hal yang (kayaknya) kecil bisa begitu jadi besar buat saya. Bisa ngebuat saya kecewa, dan saya gak pernah ngerti kenapa kekecewaan ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan saya sendiri… lama-lama ngebunuh dari dalam… dan mati. Saya gak pernah mengerti bagaimana harus mensiasati ini. Saya gak pernah ngerti kenapa buat saya, what has done yah done.. the damage has been done, and nothing we can do about it. There is absolutely nothing we can do about it. Kenapa? Kenapa saya gak bisa membuat semua ini seolah gak nampak, dan jalan terus. Kenapa? Kenapa? Kenapa saya harus membuat semua hal sempurna? Mungkin ini kutukan sekaligus berkah menjadi seorang perfeksionis… atau menjadi orang yang tak pernah puas?

    2. Kalau yang namanya kesempurnaan itu gak ada, dan kita terus mengejar kesempurnaan, apa saya berarti mengejar sesuatu yang tidak ada? Dan kalau yang namanya memaafkan itu berarti melupakan, bagaimana cara melupakan sesuatu yang telah kita maafkan? Bahkan jika hal tersebut tidak seharusnya terjadi?

    3. Bagaimana kita tahu apa yang pilih itu “benar”? Bagaimana kita tahu apakah kita akan bahagia dengan pilihan kita. Aksi kita. Konsekuensi kita. Relativisme dalam contoh yang paling sempurna. Filsafat katanya bisa membantu kita memecahkan permasalahan-permasalahan dalam hidup, tapi yang ada justru pertanyaan satu mengikuti pertanyaan lain. Cuih.

    4. Kgn.

    Well. Nulis apa sih?

  2. Notes

    1. kapikapi posted this
avatar_128
 
 
Welcome.
You can also see me on Facebook and Twitter
 
 

Following

nuywulandaridnyrprdtoldmarvelousoverture1992levanianabilahcheryl-tweedyferrasekandaryfelicebarneyartarieniaw
 

Tumblr